Friday, June 12, 2026
Home RenunganDiutus Untuk Mengajar Inti Iman Kita: Mesias Lebih Tinggi Dari Siapapun – Warta Sang Sabda

Diutus Untuk Mengajar Inti Iman Kita: Mesias Lebih Tinggi Dari Siapapun – Warta Sang Sabda

by Fransiskus de Sales
0 comments

_* !Bacaan 2Tim 3:10-17;

Mzm 119:157,160,161,165,166,168;

Injil Mrk 12:35-37. *

Pw S . *Bonifasius* , *Uskup martir, Bonifasius berasal dari sebuah keluarga Angolsakson. Ia lahir pada tahun 680 di Crediton, Inggris, dari pasangan orangtua yang Katolik. Namanya sejak kecil ialah Winfried. Cerita-cerita dari para misionaris yang ia temui membangkitkan dalam hati Bonifasius keinginan untuk mengikuti jejak mereka. Ketika meningkat dewasa, Bonifasius masuk biara di Nursling.

Di biara ini, ia dididik dan dilatih untuk menjadi seorang rasul yang tangguh. Akhirnya ia berhasil ditahbiskan menjadi imam dan diutus ke Frisia. Tetapi karena bangsa Frank yang telah banyak menjadi Kristen adalah musuh orang Frisia, maka penyebaran Injil di sini dilarang. Oleh karena itu, Winfried kemudian pergi ke Roma.

Oleh Paus Gregorius II, ia diterima dengan baik dan diberi nama baru Bonifasius. Dari Roma Bonifasius diutus ke tengah-tengah bangsa Jerman. Tugas perutusan yang berat dan berbahaya ini dijalankannya dengan setia.

Atas permintaan Paus Gregorius II, ia sekali lagi pergi ke Roma pada tahun 722, dan di sana ia ditahbiskan menjadi Uskup. Setelah itu, Bonifasius kembali ke Jerman sebagai utusan Sri Paus untuk melayani gereja di sana. Ia mendirikan banyak gereja dan biara serta mengadakan pembaharuan hidup rohani umat dan para imamnya. Pada usianya yang lanjut, ia sekali lagi pergi ke Frisia bersama beberapa imam untuk menerimakan Sakramen Krisma. Tetapi di daerah Dokum, Bonifasius bersama Imam-imam itu diserang segerombolan orang-orang kafir. Para imam yang bersamanya dan orang-orang serani di tempat itu bertekad melawan serangan itu. Melihat hal itu Bonifasius berkata: “Anak-anakku! Janganlah berperang! Hari yang sudah lama kutunggu dengan penuh kerinduan akhirnya tiba juga. Biarlah Tuhan berperang melawan mereka.” Bonifasius dengan para imam yang menyertainya dalam perjalanan itu dibunuh karena imannya, bersama-sama 53 orang serani. Peristiwa itu terjadi pada tahun 754. Kemudian jenazahnya dibawa ke Fulda. Bonifasius dikenal sebagai perintis pewartaan Injil di Jerman dan dihormati sebagai pelindung negeri Jerman.***

=====================

Terpujilah Allah! Terpujilah nama-Nya yang agung! Hendaklah nama Tuhan yang agung berada di atas kita, dan terpujilah segala malaikat untuk selamanya.

=====================

Hari ini adalah Hari Peringatan Santo Bonifasius, seorang pewarta iman. Injil Markus menampilkan “kisah tentang bagaimana Yesus menjalankan tugas-Nya memperbaiki pemahaman yang salah atas ajaran Kitab Suci (Mrk 12:35). Pokok kesalahan serius itu adalah “kesalahpahaman dan pengajaran yang salah dari para Ahli Taurat tentang kedudukan Yesus Kristus-Sang Mesias dan Daud leluhur Israel. Dengan bertumpu pada Kitab Taurat sendiri, Yesus menunjuk bahwa “Daud sendiri menyebut Mesias sebagai Tuan-Nya dan Tuhan sendiri meminta Mesias duduk di sebelah kanan-Nya sampai semua musuh diletakkan di bawah kaki-Nya,” bagaimana mungkin Mesias menjadi anak darah dan daging Daud pula? (ay 36-37). Maksud Yesus adalah “untuk meluruskan pemahaman atau membuat pendengar-Nya tidak salah paham seakan-akan Mesias, Putra Allah adalah keturunan biologis-daging dari Daud, seakan-akan Daud lebih besar, tinggi dibandingkan dengan Mesias, Putra Allah.

=====================

Poin tentang “tugas mengajar” dinasehati oleh Paulus kepada Timotius, pembantu yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Ia berharap Timotius “tetap berpegang teguh pada kebenaran yang telah ia terima dan yakni dengan selalu mengingat semua yang telah mengajarkannya (2Tim 3:14). Ia menasehati agar Timotius ingat dan sadar bahwa “kebeneran itu sudah sejak kecil diajarkan kepadanya dalam iman akan Yesus Kristus dalam Kitab Suci. Semua ajaran Kitab Suci itu dipakai untuk mengajar, menetapkan apa yang benar dan salah, memperbaiki dan mendidik orang di jalan kebenaran (ay 16). Dari saya yang dilakukan Yesus dan nasihat-nasihat Paulus kepada Timotius, asistennya, kita belajar: komit menjalankan tugas pewartaan kita mewartakan pokok-pokok iman kita dengan berani dan tekun.

=====================

Dari kedua bacaan ini hal kunci yang tidak boleh diabaikan dalam pewartaan kita bahwa “Yesus Kristus adalah Putra Allah, Mesias, dan Dia tidak lebih rendah dari para nabi, tidak lebih rendah dari siapapun.” Dari ajaran utama ini, nilai-nilai hakiki yang berasal dari pengajaran-Nya pun kita wartakan, seperti: keadilan, pengampunan, kejujuran, kesetiaan dan hormat dan cinta kasih. (TIM)

=====================

PUJILAH TUHAN, HAI HATIKU! AKU HENDAK MEMULIAKAN TUHAN SEUMUR HIDUP, DAN BERMAZMUR MEMUJI-NYA SELAMA HAYAT DI KANDUNG BADAN.

<Komsos paroki SFS Pada-keuskupan Larantuka>

You may also like

Leave a Comment